Welcome to my Blog

hanya sebuah blog sederhana dari seorang
pemula dan seorang pembelajar,
mencintai BIOLOGI adalah mencintai
dan mensyukuri keindahan,
keajaiban
serta keagungan Sang Maha Pencipta...
maka belajar terus adalah sebuah proses
yang menyelaraskan semuanya.

MERENCANAKAN PENELITIAN

Pengalaman mengajarku di SMA memberikan gambaran bahwa, siswa-siswa ternyata jika diberikan tugas membuat penelitian, mereka biasanya kesulitan. Padahal di kelas XII ada Standar Kompetensi yaitu   "Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan" dimana seharusnya mereka melakukan perencanaan penelitian sampai mengkomunikasikan hasil penelitiannya. Materi ini terintegrasi dengan materi Metode Ilmiah di kelas X, sehingga di kelas XII guru tidak lagi memberikan materi tentang tahapan pembuatan penelitian ilmiah, mereka seharusnya langsung melakukan penelitian ilmiah berdasarkan materi Metode Ilmiah yang sudah mereka peroleh di kelas X.
Posting ini mudah-mudahan membantu kalian, atau siapapun yang ingin melakukan penelitian ilmiah.
selamat Mempelajari !!

MERENCANAKAN PENELITIAN

Tahap pertama penelitian biasanya diawali dengan merencanakan penelitian yang terdiri dari pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:
1. Menetapkan Bentuk Penelitian
     Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana 
    suatu  bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut, 
    antara lain,  aspek tujuan dan aspek metode.
2. Aspek Tujuan Aspek
    Jika mengarah pada perluasan ilmu, disebut penelitian dasar. Jika mengarah pada 
    pemecahan masalah dan untuk mendapatkan manfaat bagi masyarakat, disebut
    penelitian terapan.
3. Aspek Metode
    Berdasarkan aspek metode, bentuk penelitian dibedakan menjadi sebagai berikut.
    1) Penelitian Deskriptif (Penelitian Praeksperimen)
        Dalam penelitian ini, dilakukan eksplorasi untuk menggambarkan suatu objek 
        tertentu
        secara jelas dan sistematis yang bertujuan untuk memprediksi gejala yang berlaku
        atas  dasar data yang diperoleh dilapangan.
    2) Penelitian Sejarah
        Penelitian sejarah hampir mirip dengan penelitian deskriptif. Hal yang 
        membedakan adalah penelitian sejarah memfokuskan pencarian data dengan 
        metode wawancara pada pelaku sejarah, misalnya, para pemimpin yang terlibat 
        dan tokoh-tokoh masyarakat yang berhubungan dengan suatu peninggalan 
        sejarah.
    3) Penelitian Survei atau Penelitian Normatif atau Penelitian Status
        Dalam penelitian survei, para peneliti menggunakan variabel dan populasi yang luas
        dengan tujuan sebagai bentuk awal penelitian,mengembangkan eksplorasi objek,
        dan
        melakukan klasifikasi terhadap masalah yang akan dipecahkan.
    4) Penelitian Eksperimen
        Penelitian ini merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. 
        Para peneliti  eksperimen melakukan tiga persyaratan penelitian, yaitu 
        mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian ini, peneliti juga harus
        membagi objek yang diteliti
        menjadi dua grup, yaitu grup perlakuan atau yang memperoleh perlakuan dan 
        grup kontrol yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian ini sering digunakan di 
        bidang IPA, termasuk biologi.

MERUMUSKAN TUJUAN PENELITIAN
Setiap melakukan penelitian pasti ada tujuan yang hendak dicapai.Beberapa tujuan penelitian, antara lain, sebagai berikut.
A. Memperoleh Informasi
    Jika fakta atau teori tersebut baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh
    seorang peneliti, dapat dikatakan bahwa data tersebut baru, contohnya, teori
     relativitas Einstein, teori geosentris, dan teori-teori yang ditemukan peneliti untuk
     pertama kalinya.
B. Mengembangkan dan Menjelaskan Teori yang Sudah
Ketika para peneliti berusaha memecahkan masalah, perlu dipertimbangkan agar tidak terjadi pengulangan kerja atau penggunaan tenaga yang sia-sia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencari fakta- fakta penunjang yang dapat digali dari sumber-sumber hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu, dihubungkan dengan kegiatan penelitian saat ini, kemudian dilakukan pendalaman terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan sehingga akan diperoleh perkembangan wawasan pengetahuan. Ketika para peneliti berusaha memecahkan masalah, perlu dipertimbangkan agar tidak terjadi pengulangan kerja atau penggunaan tenaga yang sia-sia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencari fakta- fakta penunjang yang dapat digali dari sumber-sumber hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu, dihubungkan dengan kegiatan penelitian saat ini, kemudian dilakukan pendalaman terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan sehingga akan diperoleh perkembangan wawasan pengetahuan.

MENGIDENTIFIKASI DAN MERUMUSKAN MASALAH
Pertimbangan untuk memilih atau menentukan apakah suatu masalah layak dan sesuai untuk diteliti pada dasarnya dilakukan dari dua arah.
A. Pertimbangan dari Arah Masalahnya
Dalam hal ini, pertimbangan dibuat atas dasar sejauh mana penelitian mengenai masalah tersebut akan memberi sumbangan kepada dua hal berikut ini:
1) pengembangan teori dalam bidang yang berhubungan dengan dasar teoritis penelitian;
2) pemecahan masalah praktis. Ini berarti bahwa kelayakan suatu masalah untuk diteliti sifatnya relatif, tidak ada kriteria, dan keputusan tergantung kepada ketajaman calon peneliti untuk melakukan evaluasi secara kritis, menyeluruh, dan menjangkau ke depan.
B. Pertimbangan dari Arah Calon Peneliti
Pertimbangan kelayakan sebuah masalah dalam penelitian yang didasarkan pada arah calon peneliti dibuat atas dasar empat hal, yaitu sebagai berikut :
1) Biaya yang cukup untuk melakukan penelitian.
2) Waktu yang dapat digunakan.
Seorang siswa yang waktunya terbatas sebaiknya tidak melakukan penelitian yang memerlukan waktu bertahun-tahun.
3) Bekal kemampuan teoritis.
Mampukah peneliti melakukan penelitian tersebut? Misalnya, penelitian tentang makhluk hidup yang diberi perlakuan radioaktif. Jika peneliti belum pernah belajar radioaktif,tentu akan sulit mengerjakan penelitian tersebut.
4) Alat-alat dan perlengkapan yang tersedia.
Seorang siswa yang tidak memiliki peralatan laboratorium yang memadai sebaiknya tidak
melakukan penelitian yang memerlukan alat dan perlengkapan yang rumit dan tidak terjangkau.
 
MENYUSUN HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban sementara yang masih bersifat teoritis dan masih perlu diuji kebenarannya secara empiris melalui data yang diperoleh di lapangan. Hipotesis merupakan rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelaahan kepustakaan dan dianggap sebagai jawaban yang paling mungkin dan paling tinggi kebenarannya. Ada dua macam hipotesis, yaitu sebagai berikut:
a. Hipotesis alternatif, yaitu dugaan yang menyatakan ada pengaruh,ada hubungan, atau ada perbedaan antara variabel yang diteliti.
b. Hipotesis nol, yaitu dugaan yang menyatakan tidak ada pengaruh,tidak ada hubungan, atau tidak ada perbedaan antara variabel yang diteliti.
Sering kali timbul pertanyaan, ”Manakah di antara kedua hipotesis itu yang harus dirumuskan sebagai hipotesis penelitian?”
Jawabannya tergantung pada landasan teoritis yang digunakan dalam studi kepustakaan. Jika landasan teori mengarahkan penyimpulan ke tidak ada pengaruh atau tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan,hipotesis penelitian yang dirumuskan adalah hipotesis nol.
Sebaliknya, jika tinjauan teoritis mengarahkan penyimpulan ke ada pengaruh, ada hubungan, atau ada perbedaan, hipotesis penelitian yang dirumuskan adalah hipotesis alternatif.

MENENTUKAN VARIABEL
Dalam persiapan metodologis untuk menguji hipotesis penelitian,seorang peneliti harus mengidentifikasi variabel-variabel apa saja yang akan dilibatkan dalam penelitiannya. Semakin sederhana suatu rancangan penelitian, semakin sedikit variabel-variabel yang terlibat di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Secara garis besar, variabel terbagi menjadi variabel bebas dan variabel terikat.
1. Variabel bebas ialah variabel yang memengaruhi variabel yang lain,
2. Variabel terikat ialah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Contoh
"Pengaruh Dosis Pupuk Urea Tehadap Pertumbuhan Tanaman Padi"
Variabel Bebas = Dosis Pupuk Urea
Variabel Terikat = Pertumbuhan Tanaman Padi


PEMILIHAN INSTRUMEN PENELITIAN

Keputusan mengenai alat pengambil data yang akan digunakan terutama ditentukan oleh variabel yang akan diamati atau diambil datanya. Dengan kata lain, alat yang digunakan harus disesuaikan dengan variabelnya. Pertimbangan selanjutnya adalah pertimbangan dari segi kualitas alat, yaitu taraf reliabilitas dan validitas. Pertimbangan lainnya
dilihat dari sudut praktis, misalnya, besar kecilnya biaya dan mudah sukarnya mengoperasikan alat tersebut.

MELAKSANAKAN PENELITIAN
Setelah dugaan sementara dirumuskan dan semua tahap perencanaan sudah dilakukan, tahap berikutnya adalah membuktikan hipotesis yang dirumuskan itu benar atau tidak. Pelaksanaan penelitian berfungsi untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan didukung oleh bukti empiris yang cukup dari hasil percobaan.
Contoh hipotesis ialah :
Adanya pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah.
Penelitian yang dilakukan adalah memberikan pupuk urea terhadap tanaman kacang tanah. Akibat yang muncul dari pemberian pupuk urea tersebut dapat diamati.
Dalam melakukan penelitian ini, seorang peneliti dihadapkan pada pertanyaan sebagai berikut :
a. Berapa jumlah pupuk urea yang diberikan pada setiap tanaman?
b. Berapa umur tanaman yang dijadikan objek penelitian?
c. Jenis kacang tanah apa yang digunakan dalam penelitian?
1. Taraf Perlakuan
Pertanyaan tentang ”Berapa jumlah pupuk urea yang diberikan pada setiap tanaman?” merupakan pertanyaan tentang dosis suatu perlakuan.
Variabel bebas merupakan variabel yang dapat ”direntangkan” dari suatu dosis ke dosis yang lain. Biasanya, rentangan itu dimulai dari konsentrasi nol ke dosis yang semakin lama semakin meningkat.
Konsentrasi nol (tanpa pemberian pupuk urea) dalam penelitian ini dikenal sebagai kelompok kontrol, sedangkan objek yang diberi perlakuan dikenal sebagai kelompok perlakuan.
2. Pengendalian Faktor Lain
Jika di dalam suatu penelitian akan dibuktikan pengaruh pemberian pupuk urea, pengaruh faktor lain harus dikendalikan. Caranya adalah dengan memberikan faktor tersebut kepada semua kelompok perlakuan secara sama. Karena sama, pengaruhnya terhadap semua kelompok juga sama, misalnya, pemberian air, banyaknya tanah, besarnya pot, jenis kacang tanah, dan berapa kali harus dipupuk. Semuanya harus sama
untuk setiap perlakuan. Dengan kata lain, semua faktor harus diperlakukan sama, kecuali variabel bebas.
3. Pengulangan
Mengurangi kesalahan perlakuan yang sama harus diulang pada individu atau kelompok yang lain. Jumlah individu atau kelompok yang diberi perlakuan yang sama tersebut dinamakan sampel.
4. Pengukuran
Penelitian memerlukan pengamatan dan pengukuran agar diperoleh data kuantitatif yang akurat. Alat ukur yang digunakan harus standar dan sesuai. Misalnya, untuk mengukur tinggi tanaman dapat digunakan meteran, tetapi untuk mengamati klorofil daun, digunakan mikroskop.
Hasil pengamatan dan pengukuran dinamakan data. Untuk selanjutnya, data tersebut dicatat secara runtut dan terperinci, kemudian dilanjutkan dengan analisis data.

MENGKOMUNIKASIKAN HASIL PENELITIAN
Termasuk di dalam pekerjaan pengomunikasian hasil penelitian adalah pengolahan data melalui suatu proses analisis data, kemudian melakukan pembahasan dari hasil analisis yang diperoleh dan menyajikannya dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel agar mudah
dipahami oleh pembaca dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Setelah itu, tahap berikutnya adalah mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk jurnal, buku, majalah, atau seminar.
1. Menganalisis Data
Analisis data merupakan pekerjaan yang rumit. Jika dianalisis secara tuntas dan menyeluruh, diperlukan alat analisis yang berupa statistik.
Untuk siswa SMA yang baru berlatih penelitian, tidak perlu melakukan uji statistik. Data yang diperoleh dianalisis secara sederhana dengan cara dicatat, kemudian dicari rata-ratanya tiap perlakuan, selanjutnya ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil rata-rata tersebut dijadikan pedoman untuk menarik kesimpulan.
2. Menarik Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan atas dasar pembahasan yang menyeluruh terhadap hasil penelitian. Dalam pembahasan, hasil penelitian dibandingkan dengan landasan teori yang telah disusun melalui studi kepustakaan. Ada dua kemungkinan kesimpulan yaitu : a. hipotesis diterima yang berarti hasil penelitian sesuai dengan dugaan sementara.
b. hipotesis ditolak yang berarti hasil penelitian tidak sesuai dengan dugaan sementara.
Penelitian yang baik tidak ditentukan oleh diterima atau tidaknya hipotesis. Semua hasil penelitian baik dan layak dipublikasikan jika dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah.
3. Mempublikasikan Hasil
Biasanya, setelah melakukan penelitian, para peneliti membuat laporan, kemudian laporan tersebut diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah yang dipublikasikan, ditulis dalam bentuk buku, atau diseminarkan di depan media dan publik.
Untuk siswa SMA, laporan dapat dipublikasikan melalui majalah siswa yang terbit di sekolah, ditempelkan di majalah dinding, atau diseminarkan dengan mengundang siswa dari sekolah lain, bahkan dapat juga dikirimkan untuk lomba Penelitian Ilmiah Tingkat SMA.
Contoh Laporan Penelitian
Judul:
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah
Permasalahan:
Adakah pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah?
Kerangka Berpikir:
Pupuk urea sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika tanaman diberi pupuk urea yang sesuai dengan kebutuhannya, tanaman kacang tanah dapat tumbuh dengan subur. Hal ini dapat diamati pada morfologi tanaman seperti tinggi tanaman u jumlah daun.
Variabel:
Variabel bebas : jumlah pupuk urea yang diberikan pada tanaman kacang tanah.
Variabel terikat : morfologi tanaman kacang tanah seperti tinggi.
Variabel kontrol: tanah, air, dan suhu.
Alat dan Bahan:
1. pot, 6. biji kacang tanah,
2. polybag kecil, 7. air,
3. cetok, 8. pupuk organik (kompos),
4. pupuk urea, 9. pasir, dan
5. sendok, 10. tanah.
Langkah-Langkah Penelitian:
1. Menyiapkan polybag kecil untuk 3 perlakuan dan 1 kontrol. Masing-masing 5 kali pengulangan. Jadi, jumlahnya 20 polybag.
2. Tiap-tiap polybag diisi dengan kerikil di bagian bawah, ditambah campuran pupuk organik dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.
3. Menyiapkan biji kacang tanah.
4. Memasukkan satu biji kacang tanah ke dalam tiap-tiap polybag.
5. Setelah tanaman berumur 1 minggu, berilah pupuk urea ke dalam polybag dengan jumlah yang berbeda untuk setiap perbedaannya.
Perlakuan 1 : 5 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
Perlakuan 2 : 10 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
Perlakuan 3 : 15 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
6. Ukurlah tinggi tanaman pada tiap-tiap perlakuan.
7. Letakkan polybag yang berisi kacang tanah tersebut di tempat yang mendapatkan sinar matahari.
8. Siramlah setiap hari, pagi dan sore, dan hindarkan dari gangguan penyakit.
9. Apakah ada perbedaan tinggi tanaman antara perlakuan 1 sampai perlakuan 3?
10. Bagaimana jika tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol?
Apakah ada perbedaan?
11. Buatlah grafik perbandingan?
12. Tariklah suatu kesimpulan!
 

0 komentar:

Posting Komentar