Welcome to my Blog

hanya sebuah blog sederhana dari seorang
pemula dan seorang pembelajar,
mencintai BIOLOGI adalah mencintai
dan mensyukuri keindahan,
keajaiban
serta keagungan Sang Maha Pencipta...
maka belajar terus adalah sebuah proses
yang menyelaraskan semuanya.

FILUM COELENTERATA

Coelenterata berasal dari kata KOILOS = rongga tubuh atau selom 
dan ENTERON = usus. Jadi COELENTERON artinya rongga yang 
berfungsi sebagai usus. Sering juga disebut CNIDARIA 

CIRI-CIRI COELENTERATA :

  Habitat di laut, kecuali sejenis hydra hidup di air tawar
-   Hewan bersel banyak (multiseluler) 
-   Sruktur tubuh : -  radial simetris  
                          - dipoblastik terdiri ektoderm dan endoderm
                          - Terdapat rongga (mesoglea) antara lapisan ektoderm
                             dan endoderm 
-   Bentuk tubuh :  - menyerupai tabung (polip) 
                          - menyerupai  mangkok (medusa)-
-   Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap 
    mangsa dan bergerak. Pada lapisan luar ektodermis tentakel terdapat 
    sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
-   Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan 
-   Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), 
    kecuali Anthozoa dan Sifonoglia 
-   Sistem saraf difus (baur) 
-   Mengalami siklus hidup (metagenesis)
    Dalam siklus hidupnya pada umumnya Coelentarata mempunyai 
    dua bentuk tubuh, yaitu Polip dan Medusa.
    a.  Polip adalah bentuk  Coelentarata yang menempel pada 
         tempat hidupnya. Tubuh berbentuk silindris, bagian proximal 
         melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi 
         tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa 
         macam bentuk (polimorfisme). Misalnya :
         - polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) 
         - polip untuk makan yakni gastrozoid.
    b. Medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau 
        seperti lonceng yang dapat berenang bebas.       

perbandingan struktur tubuh coelenterat dalam bentuk polip dan medusa
anatomi tubuh : (a) struktur polip  (b) struktur nematokis
cara nematokis menjerat mangsa
polimorfisme pada koloni polip obelia
CARA MENDAPATKAN MAKANAN
Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-

partikel organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan 
kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan mengenai sel 
knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik akan lemas 
lalu tentakel membawanya ke mulut. 
Di bawah mulut terdapat kerongkongan pendek lalu masuk ke 
rongga gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel). 
Sel-sel endodermis menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan 
akan dimuntahkan melalui mulut.
Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. 
Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan 
oleh septum/penyekat dan belum mempunyai anus.

Hydra mendekati partikel makanan


cara makan coelenterata

REPRODUKSI COELENTERATA
1. ASEKSUAL (VEGETATIF)
    Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. 
    Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh 
    disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. 
    Semakin banyak lalu menjadi koloni.
    



pertumbuhan tunas pada Hydra


 

skema pertumbuhan tunas pada Hydra
 2.  REPRODUKSI SEXUAL (GENERATIF)
     Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang 
     terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan 
     ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga 
     menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. 
     Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. 
     Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk 
     polip di dasar perairan. 
     Reproduksi vegetatif dan generatif pada coelonterata berlangsung secara
     bergantian, sehingga coelenterata mengalami pergiliran keturunan
     siklus hidup/metagenesis.
     Berikut adalah tahapan metagenesis pada Obelia sp, mewakili kelas Hydrozoa 
     dan Aurelia mewakili kelas Scypozoa.

siklus hidup obelia sp
siklus hidup Aurelia

KLASIFIKASI COELENTERATA 
 
Coelenterata dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, 
Anthozoa dan Ctenophora 

1. HYDROZOA 
    -  Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya 
       seperti ular. 
    -  Umumnya hidup soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan 
       yang berkoloni berbentuk polip dan medusa. 
    -  Lebih sering ditemukan atau dominan dalam bentuk koloni polip 
       sedangkan dalam bentuk medusa jarang ditemukan
       Contoh Hydra dan Obellia.
       a. Hydra 
           - bentuk tubuh Hydra seperti polip
           - habitat di air tawar.
           - ukuran tubuh Hydra antara 10 mm – 30 mm.
           - makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea
             (udang-uadangan) rendah.
           - bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki,
             gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak.
           - terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya
             terdapat 6 – 10 buah tentakel.
           - tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan.
           - makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.
           - reproduksi aseksual dengan tunas atau budd
             kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra. 
             Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. 
             Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari 
             tubuh induknya untuk menjadi individu baru.           
          -  reproduksi seksual  :
             terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma 
             (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang 
             sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang 
             membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. 
             Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat 
             pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan 
             membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.

Hydra viridis (melekat pada tumbuhan air)

Hydra fusca


     b. Obelia
         - Hidup di air laut secara koloni. 
         - Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni polip. 
         - Bagian polip yang berfungsi dalam hal makan disebut hidrant
         - fase seksual (medusa) disebut gonangium
koloni Obelia sp
   
 2. SCYPHOZOA
     Berasal dari kata scyphos = mangkok
     - 
Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, 
        sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk  
     -  Memiliki bentuk dominan medusa 
     -  Polip bagian atas akan membentuk medusa lalu lepas melayang di air. 
     -  Medusa akan melakukan kawin dan membentuk planula sebagai 
        calon polip. 
        contoh Aurelia aurita
        -   medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm,  
        -   pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah  
        -   mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. 
        -   memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. 
        -   pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh 
            individu betina 
        -   Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi 
            larva bersilia yang dapat berenang disebut planula
        -   Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi 
            polip muda disebut skifistoma
        -   Skifistoma  membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak 
            seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi
        -   Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi 
            medusa muda disebut Efira
        -   Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa. 
            
            Daur hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini:
 

siklus hidup Aurelia aurita
            
Aurelia aurita
    3.  ANTHOZOA         
        -  Berasal dari kata anthos = bunga. 
        -  Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase medusa. 
        -  Polip bereproduksi secara aseksual dengan tunas, 
           pembelahan dan fragmentasi. 
        -  Reproduksi seksual dengan fertilisasi yang menghasilkan 
           zigot lalu menjadi planula
        Kelas Anthozoa meliputi
:

        -  Mawar Laut (Anemon Laut)
        -  Coral (Karang)
 
          a. Mawar Laut (Anemon Laut)
            
struktur anthozoa

       
         Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut 
         Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek. 
         Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain 
         tidak melekat sehingga Mawar Laut tetap bersih.   
  
         berikut beberapa contoh Mawar Laut

Urticina lofotensis

Anthopleura xanthogrammica

Euphyllia glabrescens bersimbiosis dengan clown fish

         b. Coral (karang)
             Hidup berkoloni membentuk massa yang kaku dan kuat. 
             Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh 
             generasi polip. 
             Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi 
             batu karang/terumbu. 
             Ada tiga tipe batu karang :
             - karang pantai/karang tepi
               karang hanya berada di daerah tepi pantai. 
               Panjang rataan terumbu hanya sekitar 20 meter menuju laut.
karang tepi
           
             - karang penghalang
               suatu terumbu karang kira-kira sejajar dengan pantai dan 
               dipisahkan oleh sebuah laguna atau badan air lainnya.  
               Sebuah tebing karang biasanya ditembus oleh beberapa 
               saluran yang memberikan akses ke laguna dan pulau atau 
               benua di luarnya. 
Great-Barrier-Reef di Australia
           
             - karang atol

               adalah  pulau dari karang  yang mengelilingi sebuah laguna 
               sebagian atau seluruhnya.

Karang atoll  membentuk pulau

PERAN COELENTERATA

1.  Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat 

     dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah 
     menjadi bahan kosmetik / kecantikan. 
2.  Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur dimanfaatkan 
     sebagai bahan makanan.
3.  Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi 

     pantai dari aberasi air laut. 
4.  merupakan tempat persembunyian dan tempat perkembangbiakan ikan. 
5.  Pantai dengan karang yang indah dapat dijadikan objek wisata.
6.  Dijadikan tempat untuk menyalurkan hobby para penggemar snorkling
     dan diving.

6 komentar:

Gee Naa mengatakan...

Bisa minta sumber lengkapnya? terima kasih :)

Regio Pangestu mengatakan...

haha, good job mas broo..

Abid de Palleh mengatakan...

bagus sob.. thanks buat referensinya ^_^

Alfi Ertando mengatakan...

terima kasih atas referensinya
maju terus blog biologinya

salsabila alsa mengatakan...

:)

rumah petak mengatakan...

thanks buat referensinya :)

Poskan Komentar