Welcome to my Blog

hanya sebuah blog sederhana dari seorang
pemula dan seorang pembelajar,
mencintai BIOLOGI adalah mencintai
dan mensyukuri keindahan,
keajaiban
serta keagungan Sang Maha Pencipta...
maka belajar terus adalah sebuah proses
yang menyelaraskan semuanya.

FILUM PORIFERA

Porifera adalah hewan berpori ,  phorus : lubang kecil atau pori, 
dan ferre : mempunyai. Sering disebut juga hewan spon (sponge)
Pori-pori yang terdapat dalam tubuh Porifera terbentuk karena
pada tubuh porifera terdapat kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan 
air dalam tubuhnya. 

Ciri-ciri :
- Habitat di laut di kedalaman 3,5 m, ada satu famili yang hidup di air 
  tawar yaitu spongilidae
- hewan multiseluler atau bersel banyak dan masih primitif atau hewan 
  sederhana sehingga sering disebut  Metazoa
- struktur tubuh diploblastik aselom
- reproduksi : - Vegetatif (membentuk tunas)  atau kuncup. 
                        Kuncup yang terbentuk dapat langsung dilepaskan, 
                        tetapi dapat pula tetap melekat membentuk suatu 
                        kelompok besar. Reproduksi aseksual lain dapat 
                        terjadi jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, 
                        misalnya dalam kondisi kekeringan atau dingin. 
                        Dalam kondisi tersebut, porifera dapat membentuk 
                        gemmulae atau butir benih. Jika Porifera mati, 
                        gemmulae ini akan keluar dan tumbuh menjadi individu baru. 
                     -  generatif  terjadi dengan cara penyatuan sperma dan ovum. 
                        Pada Porifera, ovum dan sperma diproduksi oleh induk yang 
                        sama (hermaprodit). Sel telur tidak dibuahi oleh sperma dari 
                        induk yang sama, tetapi dibuahi oleh sperma dari induk yang 
                        berbeda.
                      Sel yang berperan dalam pembentukan tunas dan gamet adalah 
                      sel arkeosit

STRUKTUR ANATOMI PORIFERA

(a) struktur tubuh  (b) sel-sel penyusun tubuh   (c)  sel koanosit
 bagian-bagian tubuh porifera:
 - epidermis : bagian luar tubuh tersusun oleh sel-sel pinakosit, pada 
                   bagian tertentu membentuk pori (porosit), pori-pori 
                   tersebut membentuk saluran yang disebut poriostum.
 - mesoglea/ : bagian tengah tubuh tersusun oleh :
   mesenkim              
                    - sel koanosit     : sel bersilia berfungsi untuk menangkap 
                                             dan mencerna partikel makanan
                    - sel amoebosit  :  berfungsi untuk mengedarkan zat makanan
                                             yang sudah dicerna oleh sel koanosit
                    - sel skleroblas   :  sel yang membentuk matrik berupa  spikula
                                             dan spongin yakni bagian yang menyokong       
                                             tubuh porifera.
                                             Spikula tersusun oleh senyawa kalsium karbonat
                                             atau silikat, sedangkan spongin tersusun dari 
                                             serabut-serabut spongin yang lunak, berongga 
                                             seperti spon,
                    - sel arkeosit     :  berasal dari sel embrionik amoebosit yang 
                                             berperan dalam proses reproduksi/regenerasi
- rongga      : membentuk spongosoel yang merupakan muara dari poriostum.
                    Berfungsi menyalurkan air dari poriostum ke saluran pengeluaran
                    yaitu oskulum
                   Saluran yang terbentuk pada tubuh porifera memiliki berbagai 
                    tipe yaitu askon, sycon dan rhagon (leucon)

Tipe-tipe saluran air pada porifera : 
1. Tipe Askon 
    sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan terdiri 
    atas ostium, spongiosel, dan oskulum. Tipe ini adalah tipe paling 
    sederhana.bentuk porifera seperti jambangan bunga. Air yang 
    masuk melewati saluran yang langsung terhubung dengan spongosol 
    lalu keluar melalui oskulum. Saluran ini pendek dan tidak memiliki 
    cabang maupun lekuk-lekuk.  
    Contohnya: Leucosolenia dan Clatharina blanca
2. Tipe Sikon 
    saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak bercabang, 
    spongiosel, dan oskulum. Tipe ini air yang melalui ostium kemudian 
    masuk ke spongosol melalui saluran yang bercabang-cabang. 
    Setelah itu air akan keluar melalui oskulum.  
    Contohnya : Pheronema sp., Schypa, dan Sycon gelatinosum. 
3. Tipe Leukon (rhagon) : 
    tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial yang 
    bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum. Tipe ini adalah tipe 
    yang paling kompleks. Air masuk melalui ostium menuju ke 
    rongga-rongga bulat yang saling berhubungan. Dari rongga ini 
    barulah mengalir menuju spongosol dan keluar melalui oskulum 
     Contohnya: Euspongia officinalis dan Euspongia mollissima.


berbagai tipe saluran air pada porifera






Klasifikasi Porifera
Porifera dikalasifikasikan berdasarkan senyawa penyusun rangka 
tubuh (spikula)
1. Kalkarea 
    tubuhnya tersusun dari zat kalsium karbonat (kapur), 
    memiliki ukuran tubuh kecil, dan hidup di laut dangkal. 
    Contohnya : Klathrina blanca dan Sycon gelatinosum.
2. Heksaktinelida : memiliki rangka tubuh dari zat silikat. 
    Contohnya : Pheronema sp
3. Demospongiae : ada yang tidak mempunyai rangka 
    atau mempunyai rangka dari serabut spongin (zat tanduk), 
    dan ada juga yang tersusun dari serabut spongin dan zat silikat. 
    Contohya:  a. rangka tersusun dari spongin :
                      - Euspongia officinalis, 
                      - Euspongia mollisima
                      - Spongila carteri  
                   btanpa rangka tubuh :
                       - Poterion sp 
                       - Oscarella sp.
                   c. rangka dari spongin dan silikat
                       - Corticium candelabrum  
TABEL KLASIFIKASI PORIFERA

Perbedaan
Calcarea
Hexactinellida
Demospongia
 
Penyusun kerangka tubuh
Spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat.
Spikula yang mengandung silikat atau kersik (SiO2). Ujung spikula berjumlah 6.
Serabut spongin atau campuran spongin dan zat kersik.

Ukuran tubuh
Tinggi kurang dari 10 cm.
Tinggi rata-rata 10-30 cm.
Tinggi dan diameter mencapai lebih dari 1 m.

Warna
Pucat
Pucat
Cerah, mengandung pigmen pada amoebosit yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari sinar matahari.

Bentuk tubuh
Seperti vas bunga, kendi, dompet, atau silinder.
Seperti vas bunga atau mangkuk.
Tidak beraturan dan bercabang.
Tipe saluran air
askon

Tipe sikonoid
Tipe leukonoid

Habitat
 Laut dangkal
 
Kedalaman laut 200 - 1.000 m.
Laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar.


berbagai bentuk spikula








Peranan Porifera
-  dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami  
-  pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor
Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa 
   digunakan untuk mencuci 
Euspongia mollisima biasa digunakan sebagai alat 
   pembersih toilet yang harganya mahal.  
-  Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. 
-  Spons menghasilkan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai 
   pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi sebagai 
    bahan obat-obatan. 
Petrosia contegnatta mengahsilkan senyawa bioaktif yang berkhasiat 
   sebagai obat anti kanker, sedangkan  diambil dari 
-  Cymbacela obat anti-asma  
Luffariella variabilis sponnya menghasilkan senyawa bastadin, 
  asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi.

Gambar berbagai contoh Porifera


Demospongia








Rigida
Aplysina aerophoba

Oscarella lobularis

Luffariella variabilis
Corticium candelabrum

sycon

3 komentar:

rivandii krisna ptatama mengatakan...

nice info bu :)

anita rahmawati mengatakan...

sangat bermanfaat ne...≧◔◡◔≦

The True Fighter mengatakan...

izin copas ya bu buat persentasi =)

Poskan Komentar