tidak akan pernah berhenti
pada malam, pada dini hari
disaat pagi...disaat siang
aku bercakap pada detik-detik yang menyertai
seperti hela nafas dan degup jantungku, dan detak di nadiku...
percakapanku pada hati...
pada pikiranku
mungkin sebaiknya hanya udara yang berhembus di saluran nafasku,
hanya daun yang gugur, debu jalanan...buku-buku.....kertas-kertas buram
jendela yang kusam, kelas yang pengap, ceceran sampah ditangga...
yang boleh mendengar percakapanku....
karena aku tak mungkin perdengarkan percakapan ini
pada tukang ojek...tukang parkir...pembantuku...
atau kalian...para intelektual...penyandang gelar...kandidat doktoral...
yang bisa mendengar, bisa bercakap...
bisa berpikir....pandai berpikir...
tapi telah kehilangan hati...
dan harga diri...
......
percakapanku....
sebenarnya hanya gumaman kecil...
mengapa harus terdengar seperti petir...
seolah memecah gendang telinga,
dan berlompatan segala imajinasi liar
omong kosongpun terdengar diruang-ruang
obrolan yang tak jauh beda dengan obralan
tukang loak dipingiran jalan
kalian lupa, kalian menggunakan seragam kantoran
beratribut kemegahan...
.....
percakapanku
tak perlu kuperdengarkan lagi...
biar angin dan debu menguapkannya ke langit
biar degup yang bergemuruh ini
lenyap dan senyap dihatiku....
....
dan aku tak kan pernah akan memaki
hanya akan berdiri di sini
menegakkan setiap langkah dengan keyakinan
tanpa suara tanpa kata-kata...
biar cinta
terbaca
dicermin hati yang bening
yang harus terjaga
karena mereka yang berhak
atas masa depan bangsa...
Selengkapnya...
PERCAKAPANKU DENGAN WAKTU
BIAR AKU TETAP BERSAMA PELANGIMU
FROM THE OTHER PLACES
Karena sejak kemarin kepergian diantar langit yang muram..
hingga kali ini..
Bangunan sang ratu teronggok mati kaku
Monumen persembahan cinta itu
Sang waktu telah membuktikan keabadian cinta..
Temaram jatuh di Prambanan...
Batu kaku berserak...
Hilang dalam pandangan..
Tersisa haruku ketika pamit meninggalkan ingatan
Terpaksa beranjak
Kapan aku kembali
Menjadi tak Tak pasti...
KUTINGGALKAN KOTAKU YG MURAM on Friday, February 4, 2011 at 3:32pm
APA YANG MEMBUAT TIDURMU LELAP, KAWAN
Rumah yang nyaman, gaji yang lumayan !?
atau hidup mungkin telah begitu sempurna bagimu
Jadi tutup mata dan tutup kuping saja...
Anggap tak pernah ada kawan yang teraniaya...
Aku tak bisa bangunkan lelap tidurmu...
Apa yang kuteriakan tak cukup memekakan telingamu
Apa yang aku bisikkan tak cukup menyentuh hatimu...
Terlalu banyak alasan...
Anakmu...
Keluargamu...
Sebab keyakinan hanya sebatas lisan belaka....
Jadi...
Teruskan saja tidurmu...
Besok ketika terjaga...
Mimpi burukmu sungguh nyata
SEBUAH GARIS IMAGINASI
Sebuah garis yang ditarikpaksa
Membatasi wilayah suatu kekuasaan
Antara aku dan orang-orang di seberang
Jangan tanyakan dimana letaknya...
Hanya sebuah garis imajinasi dengan tata letak yang semerawut ruwet...
Kini menjadi rintangan yang tak tertembus oleh ruang nalar dan logika
Lalu dengan maksud apa garis itu dibuat !?
Seoarang sutradara dengan skenario busuk dan licik sesungguhnya ada di belakangnya
Siapa mereka !?
Mereka adalah orang-orang yang mengkonsumsi zat-zat adiktif
Berupa uang, jabatan dan kekuasaan
Sehingga mereka kecanduan
Sehingga mereka ketakutan
Dengan sedikit sentilan saja
Mereka murka...
Hilang hati
Hilang jiwa
Hilang logika
AKU TAK PERLU KEMBALI
NEGERI PARA ZOMBIE
JIKA TERINGATMU
dan memastikan tak ada guguran daun dan ranting rapuh jatuh di pusaramu...
ibu,
tiap langkahku menasbihkan doa dan kerinduan
setelah hari kesekian ratus sejak perpisahan
....
Selama hidupmu aku tak pernah mengadukan apapun padamu...
Tapi setelah kepergianmu...
Setiap saat selalu saja ada yang ingin kusampaikan padamu....
....
Mungkin jika aku setiap hari bisa ke pusaramu...
Epitafmu itu telah mengalirkan airmata yang selama ini tertahan dipelupuk mataku.
Ah...ibu
Kini aku tak bisa mengurai kisah panjang disetiap pertemuan,
Karena...batu bisu dipusaramu,
dan hanya hanjuang melirihkan sajak angin...
sepi...
tak ada yang bisa kutitipkan pesan...
Aku hanya melempar sesalku di setiap bait doa,
berharap setiap malam dalam mimpiku kau selalu ada...
KONTEMPLASI
HIDUPKU ITU INDAH
ternyata hidup indah....
ketika kita temukan banyak dimensi
dan hati kita tak kan pernah merasa tersakiti
jika kita melihat permasalahan dari berbagai sisi...
maka aku akan selalu tersenyum
kepada langit yang melukiskan awan dan pelangi...
kepada bumi yang mengukir gunung, lembah dan lautan...
kepada malam saat kelam,
kepada malam saat gemintang
kepada siang...
saat duka dan gembira...
.....
tapi...
tahukah kalian....
saat yang paling indah dalam hidupku...
adalah saat bersama kalian....
SAJAK KEPERGIAN (untuk anak-anakku)
KUPU-KUPU KUNING PUCAT (pale clouded yellow)
Kepada orang yang berdiri di luar pagar
Tengoklah barang sejenak
Banyak yang harus diperbaiki dari tempat ini
Ruang-ruang tak lagi berdaun jendela
Debu merasuk memerangkap pengap
Riuh rendah penghuni yang gelisah
....
Masuk....masuklah ke dalam...
Lantai berdebu itu memetakan tapak tak terlacak...
Semua berteriak...berdesak merasa menjadi pemilik mutlak
....
Masuk...masuklah lebih dalam
Temukan sebuah pesan dari penghuni yang dicaci maki
Dan dipaksa pergi...
Pesan itu hanya berbunyi...
IBU, AKU INGIN ENGKAU KEMBALI
telah hampir genap setahun, engkau melepas nafas terakhir dalam dekapanku
ketika tangis hanya menjadi sedan, mengikhlaskan kepergian yang kau nantikan
kini hari-hari tak lagi lengkap tanpa kesah kangenmu
yang kadang aku anggap sebagai kekanakanmu
kini rinduku membumbung...henyak dalam lara kehilangan
kini cintamu terpahat dalam epitaf
terpatri di relung hati, tertasbih do'a
ibuuu...
aku ingin engkau kembali...
agar kita dapat mengulang hari-hari
mengenang ketika kecilku berkepang berpita jingga
saat kau ajari aku menakar beras bertanak nasi...
saat kau ajari aku bersulam pada kain meja biru muda yang sudah usang di beranda
ibuuu...
maafkan aku...
setelah besarku...tanpa ragu aku meninggalkanmu...
seolah tuntas sudah ibu menjaga...
....
ibuuu..
kini rinduku berujung pada linang air mata yang kuseka dengan kain ihram pemberianmu
(untukmu...pakailah kelak nanti kalau kau berangkat, kau harus bisa berangkat "bisikmu kala itu )
terasa kuhirup wangi tubuhmu...
terasa terdekap hangat nafasmu...
"KAWAN"
AKU KINI BICARA PADA SUNYIKU
THE CURVE
CERITA LALU
PUISI YANG TERCECER
RAPAT DI SEKOLAH
tepat waktu...
dan ini hari sabtu...
kami berharap kursi penuh orang tua-orang tua...
Tapi separuhnya juga tidak !
....aku ingin beranjak saja
Dari kemandegan ini...
Keluar dari lingkaran...
Memainkan tembang cinta dengan syair dan ritme yang berbeda
Tidak perlu dusta...berbusa-busa
PADAKU...TAK ADA YANG DAPAT DIPECAHKAN
LELAKI FATAMORGANA
MAAFKAN AKU JIKA....
Cinta tak pernah memilih ruang dan waktu untuk tumbuh
Musim tak pernah memaksanya untuk layu atau berkembang
Hanya hati ketika ada cinta
dapat memahami rahasia cinta
Aku tidak menyerumu...
untuk mengimbangi hatiku...
Jika aku ada
Mungkin hanya ada
Bisa kau anggap tiada
Aku tak kan pernah bisa menjelma nyata dihidupmu
Tuhan memang memegang segala rahasia
Tapi manusia memiliki ruang logika
.........
maafkan aku jika aku ada pada hatimu
yang lelah kau jaga.
Selengkapnya...
SEMATA CINTA
Belum terang tanah
ketika kutinggalkan rumah,
anak yang masih tertidur lelap...
dan dapur yang tak sempat hangat...
demi apa kupacu langkahku ketika lampu jalanan saja masih benderang...
sementara ketika tiba...
ruang-ruang masih lengang...
di mana gerangan anak-anak masa depan
yang kukhawatirkan...?!
....
ketika aku pulang...
matahari sudah membentuk bayangan memanjang...
kadang aku sudah diintip bulan separuh di langit yang memucat...
rumahku hanya tempat mengadukan penat...
dan anak bergelayut manja ditatapku yang mulai berat..
Tuhan...telah kupertaruhkan semua hidupku dan cintaku
Mungkin tak adil terbagi...
Tapi kepada Mu-lah..
Segala pengharapanku tertuang...
Karena kecintaan ini...
Semata cintaku pada-Mu
Selengkapnya...
BERSAMAMU AKU INGIN SEHARI BUKAN 24 JAM
mengingat kembali kalimat cinta yang lupa terucap sebelum tidur
doa-doa yang hanya ter-eja dalam dada
mimpi-mimpi yang terlewat karena lelap terperangkap lelah
kemudian membuka jendela dan menghirup udara
menghidangkan secangkir kopi
dan bersama memaki berita di koran pagi
bersamamu aku ingin sehari bukan 24 jam
karena aku ingin berlama-lama saat siang bersamamu
menempuh jalan mengukur jarak
menyaksikan semangat dan gairahmu menaklukan dunia
bersamamu aku ingin sehari bukan 24 jam
karena aku ingin berlama-lama saat sore bersamamu
menyaksikan warna jingga langit terpantul di manik matamu
sambil bertengkar menerka bentuk awan di langit
bersamamu...
detik terasa melompat 1000 kali lebih cepat
dan aku berharap tuhan memberi banyak kesempatan
untuk kita
tetap saling ada dan menjaga
Selengkapnya...
JIKA AKU MASA LALU BAGIMU
BUNGA LIAR
Selengkapnya...
LANGKAH-LANGKAH KECILKU
BERANDAKU
hanya sebuah ruang kecil
tempat aku
melebarkan pandanganku
melapangkan hatiku
meluaskan pikiranku
....
diberandaku
aku menunggu angin membawa pesan dari negara entah
suara ibuku
suara ayahku
suara anak-anakku
suara kawan-kawanku
mereka tak pernah bisa berteriak
tapi aku dengar
suara dalam gelisah...
....
diberandaku
aku merajut rindu
merenda cinta
akan ada tempat buatku meluapkan gairah
menghentakkan langkah-langkah yang sempat tertahan
...
diberandaku
aku tak pernah berdiam
aku bernyanyi
aku menulis puisi
aku menyapa
....
cinta ini tak pernah terusik
dan mati...
Selengkapnya...

