Welcome to my Blog

hanya sebuah blog sederhana dari seorang
pemula dan seorang pembelajar,
mencintai BIOLOGI adalah mencintai
dan mensyukuri keindahan,
keajaiban
serta keagungan Sang Maha Pencipta...
maka belajar terus adalah sebuah proses
yang menyelaraskan semuanya.

Tampilkan postingan dengan label CATATAN HARIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN HARIAN. Tampilkan semua postingan

sekolah sebuah PASAR POTENSIAL

4 komentar

Sekolah dijadikan tempat promo suatu produk bukan hal yang aneh...tengoklah, hampir tiap minggu di ruang guru selalu saja ada yang jualan dari jual panci sampe yang jualan lipstik (kalo yang ini saya pasti beli, lagian yang jualnya juga temen, saya beli untuk alasan menjaga stabilitas pertemanan),  kalo kacamata sudah ngga aneh lagi, hampir semua guru (yang tue tentunya) sudah mengalami kemunduran penglihatan, disamping memang ada yang sudah kelainan dari sononya (sudah...sudah...nanti ada yang sensi lagi !!!). Semuanya masih bisa di-tolelir, walaupun kita suka merasa tidak enak sama yang jualnya, mau beli, hutang panci di koperasi belum lagi lunas, kalau ngga beli kasian yang promo sudah berbusa-busa menjelaskan dan menjanjikan keunggulan produknya, sudah gitu kita kenyang pula kue yang tadi dibikin saat demo, udah gitu bel masuk setelah istirahat sudah bunyi, ngga enak ninggalinnya, ngga sopan....orang lagi presentasi ngga boleh lo ditinggal ngeloyor begitu saja. Ujung-ujungnya (mungkin) malah bersyukur jadi punya alasan yang sangat tepat untuk tidak segera masuk kelas, dan berdoa supaya yang promo datang tiap hari sajaaaa !!!.

Sekolah memang pasar potensial, tempat promo tidak terbatas di ruang guru saja, bisa dilapangan, bisa di aula malah bisa di ruang-ruang kelas (saat jam efektif pula). Siapa coba yang rajin menyambangi sekolah untuk promo produk ? Hampir semua provider, Perguruan Tinggi Swasta, Bimbel dan para distributor rebutan lahan di sekolahan. Ada yang dengan cara yang santun ada yang caranya "nyebelin". Tak jarang guru yang sedang asik belajar bersama pelajar-nya harus hengkang dari kelas demi memberi kesempatan kepada perusahaan atau siapa-lah yang berniat promo produk (berupa barang dan jasa) dan tentu saja tak bisa menolak karena mereka datang atas restu para petinggi sekolah, dan diantar sampai pintu kelas pula.

Konon katanya saya termasuk guru yang mbalelo karena sering tidak serta merta memberikan waktunya, sering saya berkata: " Bisa tidak menunggu 10-15 menit lagi, karena kami sedang tanggung membahas materi yang sangat penting dan menarik, cieeeee...lagaknyaaa !"
Biasanya setelah sampe ruang guru saya bertanya: "Ada pemberitahuan ngga sebelumnya kalau hari ini bakal ada yang promo ke kelas ?", dan kalau tidak ada, disadari atau tidak muka saya terpasang muka mangkel.
Saya punya alasan yang menurut saya masuk akal, mengapa terkadang saya tidak mau diganggu oleh hal yang remeh-temeh saat sedang mengajar. Itu lho, pak, bu,mas, mbak...diawal tahun ajaran baru kita selalu menghitung minggu efektif dan hari efektif supaya pas dengan jumlah KD dan indikator-indikatornya dan ya itu... seringnya kita keteteran di saat sudah menjelang ulangan akhir sekolah masih banyak KD yang belum tercapai karena banyak ganguan teknis, pertemuan cadangan tidak mencukupi. Tapi bagus juga-lah jadi sekolah punya dalih untuk mengembangkan belajar mandiri kepada peserta didiknya (meminjam istilah kurikulum untuk mengganti istilah siswa, murid atau pelajar) dengan istilah "belajar dirumah".
Tidak saja saat UN kelas XII para peserta didik kelas X dan XI belajar di rumah, tapi seluruh peserta didik bisa belajar di rumah ketika salah seorang kerabat Kepala Sekolah menikah atau pada saat semua gurunya wajib demo di Gedung DPR (menuntut apaaa gitu yaaa kalo guru demo di depan gedung DPR ?)
Kejadian tersebut pasti tidak terjadi di sekolah bapak atau sekolah ibu ! Itu hanya terjadi di sekolah yang ruarrrrrr biasaaa !!

Oke-lah, kalo Perguruan Tinggi swasta, Bimbel atau Distributor Buku emang tempat jualannya di sekolahan. Mereka bisa kulonuwun ke kelas untuk menggunakan jam belajar (kalau distributor buku sih mekanismenya sudah jelas, temui kepseknya, terus deal nilai rabat dan lamanya kontrak,  terus dirujuk ke ketua koperasi untuk teknis pelaksanaannya).
Sekolah memang tidak bisa dihindari dari pemanfaatan untuk  dijadikan ajang promo produk, tapi pelaksanaanya yang harus lebih santun. Banyak kegiatan peserta didik  yang tidak bisa didanai oleh sekolah (yang sumber dananya tentu saja dari masyarakat yang menitipkan anaknya di sekolah tersebut). PENSI, BERBAGAI LOMBA, entah itu carrier day membutuhkan dana besar sehingga mau tidak mau melibatkan pihak perusahaan atau lembaga lain sebagai sponsor atau penyandang dana, kalau itu oke-lah... itu juga mendidik para peserta didik untuk lebih kreatif. Akan sangat terpuji kalau lembaga atau perusahaan memanfaatkan waktu luang untuk promo, misal beberapa hari setelah UAS atau UKK disaat para peserta didik tidak belajar efektif dan para gurunya sedang mengolah nilai.
Mungkin akan lebih asik di saat jam belajar tidak efektif para peserta didik berada di lapangan melihat berbagai pertunjukkan yang disponsori oleh misalnya.... perusahaan ban (seminar tentang penggunaan helm dan keselamatan berkendaraan juga bagus dan dilaksanakan di aula walau berdesak-desakan kan tetep seru, apalagi ada banyak suvenir dan door prize).
Nah, lain halnya jika ada suatu perusahaan lakukan seminar di saat jam belajar efektif (iya, judulnya sih seminar, tapi kayaknya kesan jualannya masih keliatan jelas boooo...!!) ajegileee itu mah !!! Besok-besok lapangan parkir dijadiin pasar kaget ajaaa...kan lumayan dapet retribusi dari parkiran dan sewa lapak (daripada jam belajar dipake orang jualan hayooooo..)
Selengkapnya...

TENTANG HARI INI

0 komentar

pagi ini, aku tak diantar suamiku dan aku terlambat berangkat (tentu saja ini bukan hal yang biasa bagiku)
di angkot saking lamanya aku bisa download lagu-lagu pavoritku di "my stupid gadget"...saat aku sedang asyik download tiba-tiba
buzzzz....
.......... : kelas 10 libur
Aku      : memang kalo the school of .....
(ini harus disensor karena bisa mengakibatkan ketidakstabilan perasaan dan emosi beberapa orang)
...........: ha..ha
             belajar di rumah
             aku besok kerja di rumah
aku      : kerja opo toh ?
              buka cabang  di rumah ?
........... : ya kan anak belajar di rumah, gurunya bekerja di rumah
              ("gurunya ngerjain apa di rumah ?" pikirku)
aku       : lah...sesok msh libur to ?
..........  : kan anak kelas XI urung muleh !!
aku       : O, iya ya ....wislah....uenak tenan !
........... : polll
aku       : duyyyuuuu..... di sekolah itu sampe ada istilah "walau bumi 
               berguncang KBM tetap harus berjalan"
               skrg sakarep ....yang maha "berkehendak"
               muleh jam 9 iso...
               libur poll...iso wae !!
........... : bukan libur....cuma BELAJAR DI RUMAH
              KAN LAGI TREN HOME SCHOOLING !!!
aku       : wakakkakakkak....


apa yang aku tertawakan sesungguhnya ?
dan apa yang aku rasakan sesungguhnya ?
yang aku rasakan sesungguhnya adalah keprihatinan...
sebenarnya aku tidak usah peduli lagi.....
tapi.....
tempat itu.....mau ngga mau pernah menjadi sebuah harapan bagiku...
tempat yang ingin aku bangun dengan penuh kesungguhan...
tapi sekarang....
kualitas macam apa yang ingin dibangun, jika orang tak lagi peduli bagaimana caranya membentuk karakter belajar.




             



Selengkapnya...