PERCAKAPANKU DENGAN WAKTU
tidak akan pernah berhenti
pada malam, pada dini hari
disaat pagi...disaat siang
aku bercakap pada detik-detik yang menyertai
seperti hela nafas dan degup jantungku, dan detak di nadiku...
percakapanku pada hati...
pada pikiranku
mungkin sebaiknya hanya udara yang berhembus di saluran nafasku,
hanya daun yang gugur, debu jalanan...buku-buku.....kertas-kertas buram
jendela yang kusam, kelas yang pengap, ceceran sampah ditangga...
yang boleh mendengar percakapanku....
karena aku tak mungkin perdengarkan percakapan ini
pada tukang ojek...tukang parkir...pembantuku...
atau kalian...para intelektual...penyandang gelar...kandidat doktoral...
yang bisa mendengar, bisa bercakap...
bisa berpikir....pandai berpikir...
tapi telah kehilangan hati...
dan harga diri...
......
percakapanku....
sebenarnya hanya gumaman kecil...
mengapa harus terdengar seperti petir...
seolah memecah gendang telinga,
dan berlompatan segala imajinasi liar
omong kosongpun terdengar diruang-ruang
obrolan yang tak jauh beda dengan obralan
tukang loak dipingiran jalan
kalian lupa, kalian menggunakan seragam kantoran
beratribut kemegahan...
.....
percakapanku
tak perlu kuperdengarkan lagi...
biar angin dan debu menguapkannya ke langit
biar degup yang bergemuruh ini
lenyap dan senyap dihatiku....
....
dan aku tak kan pernah akan memaki
hanya akan berdiri di sini
menegakkan setiap langkah dengan keyakinan
tanpa suara tanpa kata-kata...
biar cinta
terbaca
dicermin hati yang bening
yang harus terjaga
karena mereka yang berhak
atas masa depan bangsa...
Selengkapnya...
ARTHROPODA
- Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, yang hidup
di darat bernafas dengan paru-paru buku, permukaan kulit dan
trakea.
- Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan
alat indera.
- memiliki alat indera berupa :
- antena yang berfungsi sebagai alat peraba,
- mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet),
- organ pendengaran khususnya pada insecta
- statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
- Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.
- Alat reproduksi, biasanya terpisah (dioceus). Fertilisasi kebanyakan
internal (di dalam tubuh).
Ciri | Kelas | |||
Crustacea | Arachnida | Myriapoda | Insecta | |
Tubuh |
| Terdiri atas 2 bagian yaitu kepala-dada dan perut |
| Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut) |
Kaki | 1 pasang pada setiap segmen tubuh | 4 pasang pada kepala-dada | 1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas | 3 pasang pada dada atau tidak ada |
Sayap | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | 2 pasang atau tidak ada |
Antena | 2 pasang | Tidak ada |
| 1 pasang |
Organ Pernafasan | Insang atau seluruh permukaan tubuh | Paru-paru buku | Trakea | Trakea |
Tempat hidup | Air tawar, air laut | Darat | Darat | Darat |
a. Habitat
Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air
tawar. Biasanya menempel di dasar perairan
b. Struktur Tubuh
- bersegmen (beruas) terdiri atas :
![]() | |
| MORFOLOGI CRUSTACEA |
c. Sistem Organ
1. Sistem Pencernaan
- Jenis makanan berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan.
2. Sistem Saraf
- tersusun oleh suatu struktur saraf yang menyerupai tangga tali,
maka sering disebut saraf tangga tali
- ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat
peraba), statocyst (alat keseimbangan), dan mata majemuk
(facet) yang bertangkai.
3. Sistem Peredaran Darah
- peredaran darah terbuka, karena beredar tanpa melalui pembuluh
darah.
- tidak mengandung hemoglobin melainkan hemosianin yang daya
ikat terhadap oksigen (O2) lebih rendah dibanding hemoglobin
4. Sistem Pernafasan
- Pada umumnya bernafas dengan insang, kecuali yang bertubuh
Crustacea yang berukuran sangat kecil bernafas dengan seluruh
permukaan tubuhnya.
5. Alat Reproduksi
- pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah.
- alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga,
sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki
kelima.
- pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).
d. Klasifikasi Crustacea
![]() |
| Lepidurus packardi |
Contoh: Cypris candida
Hidupdi air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil
![]() |
| Cypris |
| Candona rectangulata |
![]() |
| Argenocythere (fosil) |
Hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan
![]() |
| Barnakel |
![]() |
| Acorn barnacle (Balanus sp) |
![]() |
| Sacculina carcini |
2. Malakostraca (udang tingkat tinggi)
Ligia oseanica
![]() |
| Oniscus asellus |
![]() |
| Limnoria lignorum |
![]() |
| Ligia oceanica |
b. Stomatopoda
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna
yang mencolok.
Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen
anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.
Contoh: Squilla empusa (udang belalang/mantis shrimp).
Odontodactylus scyllarus (mantis shrimp)
Lysiosquilla maculata
![]() |
| Squilla empusa |
![]() |
| Odontodactylus scyllarus |
c. Dekapoda
3. Diogene varian (kelomang)
6. Limulus cyclops/horseshoe crab (dianggap kepiting purba)
![]() |
| Udang windu (Penaeus vannamei) |
![]() |
| Macrobrachium rosenbergii |
![]() |
| Cambarus diogenesis |
![]() |
| Panulirus versicolor (udang karang) |
![]() |
| Portunus pelagicus |
![]() |
| Pagurus sp (kelomang) |
![]() |
| Diogene varian |
| Parathelpusa maculata (yuyu/ketam sawah) |
![]() |
| Scylla serrata |
![]() |
| Birgus latro (ketam kenari) |
![]() |
| Limulus cyclops/horseshoe crab |
2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking
dan laba-laba).
Kelompok hewan ini disebut Arachnida karena berasal dari kata arachne yang berarti
laba-laba Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.
Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator.
Arachnida meiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Habitat pada umumnya di darat, tetapi ada pula sebagai parasit.
- tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan
dengan jelas, kecuali Acarina.
- pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang
mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.
- mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
- alat ekskresi dilengkapi dengan pembuluh malphigi dan kelenjar coxal.
- alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
- alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior
abdomen, pembuahan internal (di dalam).
- sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan
pasangan-pasangan ganglia.
- alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta
memiliki kelenjar racun.
- habitat pada umumnya di darat, tetapi ada pula sebagai parasit.
Arachnida dibagi menjadi tiga ordo yaitu:
![]() |
| struktur scorpionida |
![]() |
| Vejovis sp |
![]() |
| Hadrurus sp |
![]() |
| Thelyphonus sp |
![]() |
| Androctonus bicolor |
2. Arachnoida
Abdomen tidak bersegmen, pada bagian paling belakang abdomen terdapat alat yang
disebut spinneret berfungsi untuk mensekresikan benang-benang yang berguna untuk
membangun jaring-jaring perangkap mangsa, sebagai sarang dan untuk membentuk
kokon (pembungkus telur)
![]() |
| Anatomi laba-laba |
Beberapa contoh laba-laba, antara lain:
1. Heteropoda sp
Laba-laba pemburu ditemukan di Philiphina dan Malayasia
2. Salticid sp
Laba-laba pelompat Indonesia/Indonesian jumping spider
3. Nephila maculata
Golden Orb web Spider
4. Gasteracantha hasseltii
Spider spinning web (laba-laba duri)
5. Loxosceles reclusa
Laba-laba beracun
6. Rhabidosa rabida.
Laba-laba serigala (wolf spider)
7. Liphistius malayanus
Giant armored trapdoor spider (laba-laba primitif)
![]() |
| Nephila maculata |
![]() |
| Gasteracantha hasseltii |
![]() |
| Loxosceles reclusa |
![]() |
| Rhabidosa rabida |
![]() |
| Liphistius malayanus |
![]() |
| Latrodectus hesperus. |
![]() |
| Theraposa leblondi |
3. Aracina (caplak)
- Abdomen bersatu dengan sephalotorak, berukuran kecil dan tidak bersegmen.
- Hidup secara parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia
- bernafas menggunakan seluruh permukaan tubuhnya
Contohnya:
1. Caplak kudis (Sarcoptes scabiei)
2. Caplak unggas (Dermanyssus)
3. Caplak sapi (Boophilus annulatus)
4. Tungau (Dermacentor sp.)
5. Psoroptes equi
menyebabkan kudis pada ternak domba,kelinci, dan kuda.
6. Otodectes cynotis (tungau kudis telinga)
menyerang anjing dan kucing.
7. Tarsomenus sp dan Tetranychus sp
caplak hama pada tanaman teh, tomat tembakau dan kentang









































